cara membuat bonsai dari Kemuning

Untuk membuat bonsai dari bahan Kemuning sebenarnya mudah. seperti yang kita tahu bahan bonsai Kemuning terdiri dari berbagai jenis ada Kemuning jenis lokal dan Kemuning Jepang. 

Namun yang paling banyak digunakan sebagai bonsai adalah Kemuning Jepang. Hal ini dikarenakan bonsai Kemuning Jepang memiliki ukuran daun yang lebih kecil dari Kemuning lokal. 

Sehingga Kemuning Jepang lebih banyak digunakan sebagai bahan bonsai ketimbang Kemuning lokal. 

Kelebihan utama bonsai Kemuning dibanding bahan bonsai yang lain
1. Gurat batang putih seolah-olah batang sudah tua
2. Memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai iklim
3. Mudah dibentuk dan dirawat
4. memiliki bentuk daun yang kecil dan juga bunga yang harum sehingga menambah nilai dari Bonsai itu sendiri
5. Mudah ditanam dan dibudidayakan sehingga bahan Kemuning sangat disukai oleh para penggemar bonsai.

Cara membuat bonsai Kemuning

1. Siapkan bahan bonsai Kemuning terutama Kemuning Jepang 

2. siapkan media tanam yang akan kita gunakan untuk menanam bonsai Kemuning. 

3. Siapkan pot yang cukup besar untuk menanam bahan Kemuning. Hal ini kita lakukan mengingat bahan Kemuning memiliki karakter akar yang rakus. 

Sehingga wadah pot yang lebih besar akan mempercepat pertumbuhan bahan Kemuning yang kita tanam. 

biasanya dalam beberapa bulan saja, bahan Kemuning sudah berakar banyak.
 
4. setelah bahan Kemuning cukup layak untuk dibentuk, proses pembentukan bahan pada fase ini mulai dilakukan. utamanya pada pembentukan ranting dan anak ranting.

5. Untuk perawatan harian bonsai Kemuning merupakan bonsai yang tidak memerlukan perawatan yang cukup rumit hanya saja harus dipastikan dengan baik posisi peletakan dan Porsi penyiraman yang teratur. 

bonsai Kemuning menyukai lokasi yang cukup terkena sinar matahari. sehingga harus dipastikan dengan baik posisi peletakan agar bonsai mendapat cukup sinar matahari.




Membuat Bonsai Mame serut

Penghobi bonsai pasti kenal bahan bonsai serut. Bahan bonsai yang satu ini memang sangat populer bagi pecinta bonsai, selain karena batangnya yang sangat berkarakter, daun nya juga bisa menjadi sangat kecil sekali hingga sebesar ujung kuku atau sebesar biji beras. Bahan bonsai serut juga bisa di buat dengan berbagai style seperti cascade, bunjin, formal, grouping atau bahkan gaya bonsai on the rock. 

Pada postingan kali ini, penulis akan share tentang cara membuat bonsai mame dari bahan bonsai serut.
1. Siapkan bahan serut yang akan dijadikan bonsai

Seperti yang kita tahu bahwa bonsai mame terikat dengan aturan ukuran tinggi bonsai harus dibawah atau sama dengan 15cm. Nah sobat siapkan bahan yang ukuran nya paling tinggi 15 cm.

2. Tentukan gaya bonsai serut 

Meskipun gaya bonsai bermacam-macam tetapi untuk ukuran bonsai mame biasanya para penghobi menggunakan gaya formal atau slanting. Selain karena faktor keindahan, 2 gaya tersebut terbilang enak dipandang dengan bonsai yang super kecil sekalipun.

3. Memilih bahan bonsai serut yang tepat

Meskipun bahan serut mudah didapat baik itu dari hasil budidaya atau dongkelan, tetapi salah dalam memilih bahan juga masalah bagi penghobi. Terutama jika kita mengolah bahan serut dari hasil budidaya. Wah.....bakalan lama sob. Dalam hal ini penulis biasanya menggunakan bahan serut hasil dongkelan alam. Jadi kita hanya bertugas menyeimbangkan ukuran cabang dan ranting. Jadi lebih hemat waktu sob. 

4. Memilih bentuk batang yang sesuai
Agar lebih hemat waktu sob, sebaiknya sobat cari batang serut yang besar dipangkal makin ke atas makin mengecil. Sobat bonsai juga bisa melihat prospek pada posisi perakaran. Jika memungkinkan untuk dibalik ya tanam di balik aja. Biasanya justru bagian akar lebih banyak yang bisa dijadikan bonsai mame. 

Bonsai penulis diatas merupakan salah satu contoh nya sob. Bonsai tersebut penulis olah dari akar balikan. Ketika itu penulis melihat bahwa bagian akar lebih bagus untuk dijadikan bonsai mame. 

ini juga sama sob tapi dari tinggi nya sudah gak masuk dalam kriteria bonsai mame.

5. Proses tanam dan perawatan

Bahan serut terbilang bahan bonsai yang mudah ditanam dan sangat tahan terhadap penyakit. Siapkan media tanam yang baik kemudian tanam dan letakan pada daerah yang teduh tetapi tetap mendapat bias cahaya matahari. Jangan lupa disiram satu kali sehari. Biarkan hingga percabangan sesuai baru dipangkas untuk membentuk perantingan.  



Semoga menginspirasi ya sob. Salam satu hobi. Happy bonsai.

Penyebab dan Cara menangani busuk akar pada bonsai serut

Postingan kali ini akan membahas tentang penyebab dan cara menangani busuk akar pada bonsai serut. Seperti yang kita tahu bahwa bahan bonsai serut merupakan salah satu bahan bonsai yang cukup populer di kalangan penghobi bonsai. 
Selain karena mudah didapat, bahan serut juga sangat indah dan berkarakter jika sudah menjadi bonsai. Tetapi meskipun demikian, banyak penghobi bonsai yang mengalami kendala dalam proses membonsai serut. Yang paling sering ditemui adalah terjadinya busuk akar pada bonsai serut. Dan proses busuk akar ini tak hanya di alami oleh bahan bonsai yang baru di tanam saja, tetapi juga hal ini terjadi pada bonsai serut yang sudah berumur cukup lama.

Penyebab busuk akar pada bonsai serut
Banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadi nya pembusukan pada akar bonsai serut. 

1. Media tanam yang tidak sehat
Sebenarnya, Apapun jenis bahan bonsainya, jika ditanam pada media yang sehat maka bonsai tersebut akan sehat. Sehat yang dimaksud disini adalah media tanam tersebut terbebas dari segala macam jenis penyakit, hama, dan bakteri. 

Yang perlu digaris bawahi disini adalah Media tanam yang subur belum tentu sehat. Kadang kala secara sepintas kita melihat bahwa tanah tersebut hitam kecoklatan subur. Benar subur tetapi tidak sehat. Sehingga saat kita pakai untuk menanam maka tanaman tersebut juga menjadi tidak sehat. 

2. Salah lokasi peletakan
Bahan serut merupakan salah satu bahan bonsai yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, Terutama ketika awal penanaman. Tidak boleh terlalu lembab dan tidak boleh terlalu panas. 

3. Inkonsistensi
Perawatan yang konsisten juga mempengaruhi kesehatan bahan serut. Pola rawatan yang berubah-ubah sangat tidak baik bagi serut. 

4. Terlalu terburu - buru
Tanaman juga mahluk hidup, mereka juga butuh waktu untuk berkembang. Pemangkasan terlalu dini atau repotting terlalu sering juga tidak bagus untuk serut.

5. Drainase yang kurang lancar
Kadangkala beberapa pot bonsai memiliki drainase yang kurang baik. Sehingga air dalam pot menggenang cukup lama dalam pot. Hal ini tentu saja sangat tidak bagus untuk serut karena bisa memicu busuk akar.

Menangani bakalan bonsai serut yang baru ditanam agar tidak busuk akar

1. Media tanam yang sehat
Ketika awal menanam bahan bonsai serut, utamakan menanam dengan media tanam yang sehat. Tanah tidak subur tidak apa-apa, yang penting tanah tersebut sehat. Dalam artian tidak mengandung banyak bakteri perusak, hama dan penyakit tanaman. 

Tanah bekas Bakaran sangat direkomendasikan sebagai media tanam bonsai. Karena tanah tersebut sudah steril dari berbagai penyakit tanaman. Jika sobat kesulitan dalam mencari tanah Bakaran, sobat bisa gunakan tanah kering yang sudah retak - retak. Nah tanah itu sudah steril dari berbagai penyakit selain itu tanah tersebut biasanya porousitasnya tinggi, sehingga air akan terserap sempurna ke dalam tanah. Jangan khawatir soal kesuburan tanah. Sobat bisa menambahkan pupuk organik atau kimia yang biasa dipakai.

2. Pot yang baik
Tanamlah bakalan bonsai serut pada pot yang memiliki kedalaman yang cukup. Semakin besar dan dalam pot nya, semakin bagus untuk serut. Jangan terburu-buru menanam bakalan bonsai pada pot ceper. selain karena akarnya belum kuat dalam menerima hantaman panas, tanaman juga bisa kekurangan nutrisi dalam menumbuhkan tunas dan akarnya.

3. Pola perawatan yang baik
Perhatikan dengan baik pola penyiraman tanaman. Bakalan serut yang terlalu sering disiram akan mengakibatkan tanah terlalu lembab. Dan ini justru akan mengundang banyak penyakit tanaman. Penyiraman di siang hari juga berbahaya bagi tanaman. Bayangin aja sob, baru disiram langsung di hantam panas. Itu akar bonsai kayak direbus didalam pot.

4. Hati-hati dengan sungkup
Jangan gunakan metode sungkup jika sobat belum paham betul metode kultur jaringan. Lebih baik ditanam seperti biasanya saja.

5. Tunas tumbuh
Tunas serut yang tumbuh bisa kita jadikan bahan tolak ukur untuk melihat keadaan akar. Ketika bahan serut yang kita tanam lebih dari sebulan tak kunjung keluar tunas, bisa dipastikan terjadi masalah pada akar. 

Coba sobat bongkar bahan tersebut, jika terjadi busuk akar. Potong bagian yang busuk, sisakan yang sehat kemudian tanam dengan media tanam yang lebih sehat. Untuk tunas yang baru tumbuh 2-15 cm jangan di ganggu biarkan tumbuh sampai tunas lebih dari 30 cm. Hal ini dikarenakan Tunas- tunas kecil yang baru tumbuh bisa saja hanya untuk merespon akar untuk keluar. 

Penanganan busuk akar pada bonsai yang sudah jadi.

Busuk akar pada bonsai yang sudah jadi biasanya sangat lah kecil. Ketika serut sudah mulai mapan, biasanya daya tahan dan daya tumbuhnya sangat baik. 

Meskipun demikian beberapa kasus busuk akar masih sering terjadi, biasanya ketika proses pindah pot atau penggantian media tanam, kita harus berhati - hati. Indikasi yang paling mudah adalah dengan melihat pertumbuhan tunas baru nya. 

Jika tunas tumbuh tidak berkembang atau segitu-segitu saja dalam beberapa hari, sobat mesti mulai memantau. Jika dalam beberapa hari kemudian terlihat tanaman lesu, sesegera mungkin ganti tanahnya dan cuci akarnya kemudian tanam kembali. 

Kunci nya adalah media tanam dan kondisi akar. 

Penyebab bakalan serut mengering, mati atau tidak tumbuh

Sobat pecinta bonsai, kali ini kita akan membahas tentang cara menanam serut agar tidak mudah mati dan cepat tumbuh tunas baru. Dari sekian banyak bahan atau jenis bonsai yang ada, bahan serut merupakan salah satu yang paling banyak di pelihara dan dibuat bonsai. 

serut mati

Selain karena sesuai kriteria, serut juga sangat mudah di temukan di kebun-kebun atau sekitar kita. Sebenarnya jenis serut merupakan bahan yang sangat mudah untuk tumbuh, tetapi meskipun demikian, jika salah dalam menangani nya tentu bakalan bonsai serut akan mati.

Mari kita cermati 

Faktor-faktor yang menyebabkan bakalan serut menjadi mati.


1. Intensitas cahaya matahari terlalu tinggi


Sebenarnya tidak hanya serut saja, termasuk jenis bahan bonsai lainnya, ketika baru di pindah tanamkan. maka tumbuhan akan melakukan proses adaptasi ulang. Dalam hal ini, tentu seluruh penopang kehidupan tumbuhan akan dimulai dari nol kembali. jika pada proses tersebut tanaman mendapatkan porsi sinar matahari terik menyengat dan terlalu berlebihan maka batang-batang serta ranting akan mulai mengering. Belum lagi akar-akar yang belum tumbuh dengan sempurna ditimpa dengan panas nya matahari. wah.....bisa mati seketika itu tanaman.

2. Media tanam kurang baik


Media tanam yang kurang baik juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. termasuk juga serut, meskipun serut merupakan tanaman yang mudah tumbuh, tidak berarti kita bisa sembarangan dalam menanam. Bahkan kuantitas media tanam juga berpengaruh besar dalam pertumbuhan serut.

3. Tempat menanam yang buruk


Hati-hati dengan ban bekas atau kaleng sebagai pot. Ban bekas atau kaleng bisa menyerap panas matahari secara berlebihan. bahkan ketika disiram kadang kala, air siraman bisa menjadi mendidih. dan ini tentu berakibat fatal.

4. Akar baru patah atau rusak


sering kali para penghobi bonsai menemukan kasus dimana serut sudah mulai tumbuh dengan baik tetapi tiba-tiba mengering dan mati. Ternyata setelah diamati, bakalan bonsai tersebut secara tidak sengaja tersenggol atau tergerak, sehingga akar-akar baru yang tumbuh menjadi patah atau rusak. Hati-hati juga dengan hewan ternak seperti ayam dan kambing. sudah bagus-bagus tumbuh, malah di cotol ayam....atau di embat kambing.....oalah.....

5. Terlalu care (peduli)


Terlalu peduli juga tidak bagus ya sob.........seorang teman penghobi karena terlalu peduli.....dengan bakalan yang baru didapat, hampir tiap saat disiram. ditaruh ditempat yang teduh tanpa sinar,dan diberi berbagai jenis pupuk. sebentar di liat, di pegang, diliat dipegang, disiram. eh......malah justru pada akhirnya bahan serutnya mati. ternyata akar nya membusuk sob.

baca juga : cara menanam bonsai serut


Inspirasi bonsai mini

Sobat tentu mengetahui tentang bonsai, para penghobi bonsai berusaha menghadirkan miniatur pohon-pohon besar dan tua dalam bentuk yang lebih kecil. bahkan tinggi nya hanya berkisar antar 25 cm-100cm. Bonsai di letakkan dalam pot-pot dangkal sesuai dengan ukuran bonsai yang ditanam. Itu bonsai loh.......lantas bagaimana bonsai mini?  

Sesuai dengan namanya sob...tentu saja ukuran nya lebih kecil lagi dari ukuran bonsai biasanya. dan kali ini penulis akan menghadirkan beberapa kumpulan foto bonsai mini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi para sobat semua yang ingin membuat bonsai mini. baca juga cara membuat bonsai mini dari bahan alam

bonsai mini1

bonsai mini2

bonsai mini3

bonsai mini4

bonsai mini5

bonsai mini6

bonsai mini7

bonsai mini8

bonsai mini9

bonsai mini10
Meskipun mini tapi jangan salah sob.....justru membuat mini itulah yang sulit. kita dituntut untuk setting se detil mungkin. Bahkan beberapa penghobi bonsai mini kelas dunia berusaha menghadirkan bonsai mini yang bisa berbuah. wah...wah....itu makin tambah sulit sob.

Bonsai Buah Jeruk

Siapa tak suka buah jeruk???warna nya yang kuning merekah dan juga kaya vitamin C tentu membuat buah ini menjadi buah primadona. Kita begitu sering melihat buah jeruk menjadi bahan utama dalam berbagai produk kecantikan, display makanan atau bahkan produk minuman berkelas mewah. Bahkan hampir di setiap rumah makan menjual buah ini dalam bentuk minuman jus. Namun apa jadinya bila pohon jeruk kita buat menjadi bonsai?.......dan bukan hanya sekadar menghadirkan karakter bonsai nya saja loh, tetapi juga bonsai ini berbuah. wah....wah.....pasti keren ya.....

bonsai buah jeruk
Seperti yang sobat liat dari gambar di atas, karakter bonsai nya kental sekali. Dari pakal batang nya besar, mengecil hingga ke atas. Bayangkan saja sob.....jika sobat biasanya melihat pohon jeruk ukuran nya bisa sampai 1-1,5 meter. ini hanya 25-35 cm saja, dan berbuah pula. keren ya......

Sebenarnya untuk membuat bonsai jeruk ini tidak begitu sulit. sobat hanya perlu menyiapkan bakalan pohon jeruk yang sudah cukup tua untuk dijadikan bonsai. Kesulitan yang paling besar adalah proses pemindahan bakalan bonsai pohon jeruk dari tanah ke pot bonsai. Jika pada proses tersebut kita tidak hati-hati, bisa saja akar pohon jeruk terganggu dan pada akhirnya mati. 

Setelah kondisi pohon jeruk bisa beradaptasi dan mulai tumbuh dengan baik, kesulitan berikutnya adalah mengkondisikan bonsai jeruk tersebut untuk bisa berbuah. Nah...ini yang paling sulit sob.....kita di tuntut untuk fokus dengan memberikan perawatan yang baik. Disatu sisi kita harus membuat media tanam subur tetapi disatu sisi kita harus mampu mengendalikan pertumbuhan ranting dan batang. yah.....tau sendiri lah.....kalo pake tanah subur, sudah pasti ranting, daun dan batang bonsai akan kembali normal ke ukuran semula. tapi.....justru di situ lah tantangan nya.